PBB Mempertimbangkan Hukum untuk Robot Tempur
https://gilaakses.blogspot.com/2014/05/pbb-mempertimbangkan-hukum-untuk-robot.html
GilaAkses.com - Diplomat mendesak penerapan hukum
internasional baru yang bisa mengatur penggunaan "pembunuh robot"
jika teknologi itu menjadi kenyataan suatu hari nanti.
Pada pertemuan PBB yang pertama
perwakilan mulai mencoba untuk menentukan batas-batas dan tanggung jawab dari
apa yang disebut sistem senjata mematikan yang memiliki otonom yang bisa
melampaui manusia.
Pertemuan empat hari yang didirikan oleh
Michael Moeller, selaku kepala markas Eropa PBB di Jenewa, yang mendesak para
delegasi untuk mengambil "tindakan berani" dengan membikin
undang-undang baru sebagai bentuk pencegahan untuk memastikan tidak ada lagi
pembunuhan.
"Semua hukum internasional terlalu
sering hanya menanggapi kekejaman dan penderitaan setelah telah terjadi,"
kata Moeller, seorang diplomat Denmark.
Ia menambahkan, "Anda memiliki
kesempatan untuk mengambil tindakan pencegahan dan memastikan bahwa keputusan
akhir untuk mengakhiri hidup tetap tegas di bawah kendali manusia."
Delegasi dari banyak negara mengatakan
undang-undang yang ada tidak akan mencakup senjata masa depan yang bisa
memutuskan pada target tanpa campur tangan manusia.
Sementara itu Duta Besar Jerman Michael
Biontino dalam pertemuan menyatakan, "Hal ini sangat diperlukan untuk
mempertahankan kontrol keputusan untuk membunuh orang lain,".
Duta Besar Brasil Pedro Motto Pinto
Coelho mengatakan, "Otomatisasi medan perang tampaknya tak terelakkan,
tapi itu bukan fenomena baru, dan daya tarik yang dihasilkan oleh teknologi
tidak akan mencegah kita dari mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang relevan
tentang kenyamanan dan konsekuensi dari pilihan masa depan kita."
Diplomat AS dan penasihat hukum Stephen
Townley memperingatkan dalam pertemuan agar mencoba untuk 'sebelum-terjadi
pengadilan' dalam penggunaan teknologi yang sedang berkembang.
