Waspada!!! Makanan Hasil Transgenik Sebabkan Tumor
https://gilaakses.blogspot.com/2014/06/waspada-makanan-hasil-transgenik.html
GilaAkses.com - Mencit (tikus putih)
yang makan jagung transgenik menderita tumor dan tampak kesakitan
Beberapa tahun lalu,
ilmuwan Perancis yang membuktikan jagung transgenik (rekayasa genetika atau
GMO) menyebabkan penyakit tumor telah menggemparkan. Melihat tumor besar-besar
yang tumbuh pada percobaan tikus putih yang kesakitan, sungguh mengerikan.
American Academy of Environmental Sciences Medicine
mempublikasikan sebuah laporan: "Beberapa percobaan yang dilakukan
terhadap hewan menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan transgenik memiliki risiko
serius pada masalah kesehatan, termasuk infertilitas (tidak bisa hamil), masalah
kekebalan tubuh, mempercepat penuaan, penyesuaian insulin dan perubahan organ
utama serta sistem pencernaan". Kesimpulan yang diperoleh American Academy
of Environmental Sciences Medicine tersebut menyebabkan kegemparan besar.
Buah trasgenetik
Makanan transgenik akan menimbulkan ancaman keamanan yang serius
pada pasien, mereka menyerukan kepada anggota dokter jangan membiarkan pasien
mereka makan makanan yang dimodifikasi secara genetik, dan mendidik masyarakat
kota untuk menghindari makan makanan yang dimodifikasi secara genetik.
Tentang prinsip bahaya transgenetik, badan penelitian tersebut
mengatakan: "Transgenik yang dimasukkan ke dalam kedelei akan ditransfer
ke dalam DNA bakteri yang hidup di dalam usus kita, dan terus memainkan
perannya." Ini berarti bahwa setelah makan, meskipun kita tidak makan
makanan yang dimodifikasi secara genetik, namun dalam tubuh kita terus-menerus
menghasilkan protein transgenik yang berpotensi membahayakan.
"Bila dikatakan secara jelas, makan jagung dimodifikasi
genetiknya, akan mengubah bakteri dalam usus kita menjadi pabrik hidup yang
memproduksi pestisida, mungkin sampai sisa hidup kita," lanjutnya.
Pada tahun 2008, para ilmuwan AS telah membuktikan bahwa tikus
putih yang makan jagung genetikanya sudah direkasa, sistem kekebalan tubuhnya
akan rusak, penelitian tesebut dipublikasikan pada tahun yang sama di
"Journal of Agricultural and Food Chemistry".
Pada April 2008, Departemen FDA ( Badan Pengawas Obat dan
Makanan Amerika Serikat ) yang bertanggung jawab atas makanan mengumumkan
menarik kembali panduan industri CRY 9C transgenik jagung yang dikeluarkan
beberapa tahun sebelumnya, salah satu alasan utama adalah bahwa tanaman
transgenik memiliki ancaman serius terhadap kesehatan dan keselamatan manusia.
Ilmuwan Perancis menemukan
bahwa makanan transgenik beracun dapat mematikan
Prof. Biologi
Molekuler Gilles -Eric Séralini( tengah ) dan Anggota Parlemen Eropa ( kiri )
serta Prof. Kedokteran ( kanan)dari Universitas Caen, Perancis, saat konferensi
pers di Paris mengumumkan hasil penelitian mereka. ( Getty Images )
Pada thn 2012 majalah Prancis "Le Nouvel Observateur"
melemparkan sebuah bom besar, seorang profesor biologi molekuler Gilles -Eric
Séralini dari University of Caen dan timnya, setelah melakukan penelitian
selama dua tahun, secara independen dan rahasia, kesimpulan penelitian adalah:
"makanan yang dimodifikasi secara genetik bersifat toksik dan bahkan bisa
berakibat fatal".
Dalam percobaan, 200 ekor tikus putih setelah 13 bulan makan
jagung NK603 transgenik hasil produksi perusahaan Monsanto, perusahaan makanan
transgenik besar asal Amerika, muncul penyakit kanker dan percepatan waktu
kematian. Temuan tersebut menyebabkan kegemparan di masyarakat Perancis,
Pemerintah Perancis memerintahkan Menteri Kesehatan, Menteri Lingkungan Hidup
dan Pertanian memerhatikan masalah ini, melakukan penyelidikan secara terbuka
terhadap masalah itu dan mengumumkan langkah-langkah darurat, lembaga-lembaga
Uni Eropa yang relevan juga mulai ikut campur tangan.
Tikus putih betina yang memakan jagung transgenik akhirnya
menderita kanker payudara, tikus putih jantan muncul kondisi gejala lever dan
ginjal memburuk. Para peneliti mengatakan bahwa 50 % tikus putih betina dan dan
70 % tikus putih jantan muncul kematian dini, setelah 23 bulan, persentase
tikus putih betina peliharaan yang memakan makanan yang dimodifikasi secara
genetik menderita penyakit kanker mencapai 80%. Situasi yang paling serius
adalah tikus putih betina yang makan jagung transgenik sangat cepat menderita
tumor ganas, setelah tiga bulan, tikus putih kecil betina muncul gejala kanker
dan tikus putih kecil jantan 20 bulan kemudian muncul gejala tersebut.
Penelitian ini juga mengemukakan tentang mengapa orang Amerika
makan makanan yang dimodifikasi secara genetik begitu lama, namun angka
kejadian ini tidak tinggi? Itu karena manusia hidup lebih lama, sulit untuk
melihat gejala proses penyakit dan kematian dalam jangka pendek. Umur tikus
putih hanya dua atau dua setengah tahun, setelah 12 bulan tikus putih menjadi
sakit atau meninggal, setara dengan manusia setelah usia 40 tahun mulai sakit
atau meninggal.
Jagung transgenetik
dan non transgenetik
Tim peneliti Profesor Seralini adalah sebuah tim riset yang
prihatin tentang ancaman keselamatan transgenik, ia juga adalah anggota dari
panitia pengamatan transgenetika, telah mengunjungi puluhan tanaman transgenik
di beberapa negara.
Mulai tahun 2011 , untuk menghindari gangguan perusahaan benih
internasional dari pekerjaan studi secara normal, mereka melakukan kamuflase
dalam percobaan ini dan benar-benar rahasia. Selama percobaan berlangsung,
semua email telah dienkripsi, dalam telepon juga menghindari berbicara tentang
konten eksperimen.
Pada awal Desember 2009, tim peneliti telah menerbitkan thesis
yang membuktikan makanan transgenik beracun, tapi suara menentang memertanyakan
hasil jangka pendek penelitian hanya 90 hari. Dalam percobaan ini mereka
melakukan penelitian dan pelacakan penuh terhadap tikus putih yang hanya
berumur dua tahun, menghasilkan eksperimen yang lebih tahan uji. Para peneliti
mengatakan bahwa ini adalah dalam sejarah tidak ada intervensi dari departemen
pemerintah dan industri, studi eksperimental pertama pada toksisitas makanan
yang dimodifikasi secara genetik dan bahaya bagi kesehatan, dan hasilnya
mengkhawatirkan .



