7 Penjara Paling Mengerikan di Dunia
https://gilaakses.blogspot.com/2014/04/6-penjara-paling-mengerikan-di-dunia.html
GilaAkses.com - Penjara digunakan untuk menghukum orang-orang yang melakukan kejahatan. Namun apa jadinya jika penjara tidak terurus atau diurus sedemikian rupa sehingga benar-benar menjadi tempat siksaan yang mengerikan?
Saking mengerikannya penjara-penjara berikut, bahkan ada momen ketika tahanan yang ada memakan daging tahanan lain untuk bertahan hidup. Selain itu problem lain seperti AIDS dan cholera merupakan masalah yang tidak bisa dihindari orang-orang yang tengah menjalani hukuman tersebut.
1. Penjara Gitarama Central
Penjara Gitarama Central terletak di Rwanda dan dikenal sebagai salah satu penjara paling mengerikan. Kondisi di sini sangat buruk sehingga beberapa tahanan memilih saling memakan demi bertahan hidup. Tempat ini dijuluki neraka di bumi. Penjara ini sebenarnya didesain untuk menampung 400 tahanan. Namun populasi yang ada mendekati 7000 orang di tahun 1990.
2. Camp 22
Camp 22 di Korea Utara tampaknya merupakan penjara paling mengerikan di seluruh dunia. Penjara politik tersebut memiliki nama asli Kwan-li-so No. 22 dan benar-benar terisolasi dari dunia luar. Tahanan dan bahkan keluarga mereka dalam beberapa kasus menjalani kurungan yang lama di sini. Ada lebih dari 50.000 tahanan yang ada di camp ini.
3. Carandiru Penitentiary
Carandiru Penitentiary terletak Brazil dan pertama dibuka pada tahun 1920. Namun penjara ini tidak digunakan untuk menghukum satu orang pun sampai pada tahun 1956 dan ditutup pada tahun 2002. Di tahun 1992 terjadi kekacauan besar di mana 111 tahanan terbunuh dalam proses penertiban. Dari banyaknya masalah yang ada, penjara ini merupakan lokasi epidemic AIDS. Ini merupakan salah satu alasan penjara tersebut ditutup.
4. Tadmor
Penjara Tadmor terletak di Tadmor yang berada di gurun Syria, 200 km dari Damascus. Penjara ini awalnya adalah untuk fasilitas hukuman militer. Namun pada tahun 1980, penjara ini mulai digunakan untuk kriminal. Di tahun 1980 tersebut, President Hafez Al-Assad memerintahkan untuk membunuh semua tahanan. Sekitar 2.400 orang pun meninggal. Penjara ini ditutup pada tahun 2001 namun kembali dibuka di tahun 2011.
5. La Sabaneta
La Sabeneta terletak di Venezuela dan dinilai sebagai salah satu penjara paling buruk di dunia. Ini adalah salah satu fasilitas hukuman paling brutal di Amerika Selatan yang mampu membuat semua tahanan ingin cepat-cepat keluar. Ada banyak penyakit di lokasi tersebut, dan tahanan sangat tidak dirawat. Kombinasi keduanya membuat banyak kasus kekerasan di dalam penjara tersebut.
6. Diyarbakır
Penjara Diyarbakir terletak di Turki dan dibangun pada tahun 1980. Sejak saat itu penjara ini telah memenjarakan orang-orang paling berbahaya di Turki. Penjara ini menerapkan penyiksaan fisik dan mental untuk tahanan. Ada dua seksi dalam fasilitas ini; E-Type dengan kapasitas 744 tahanan dan D-Type dengan kapasitas 688. Namun keduanya kelebihan kapasitas.
7. Guantanamo
Seorang narapidana berdarah-darah setelah disiksa. Kepalanya dipakaikan mahkota duri, sementara tentara yang menyiksanya hanya tertawa-tawa
7. Guantanamo
Siapa yang tidak kenal dengan Penjara Guantanamo? Penjara yang terletak di Teluk Guantanamo, tepatnya di Caimanera, Kuba ini merupakaan penjara dengan tingkat Delta 1, yaitu penjara dengan tingkat pengamanan maksimum.

Para sipir yang merupakan tentara AS selalu berjaga di dekat sel tahanan.

Ini kursi listrik di Penjara Guantanamo untuk mengeksekusi mati. Sudah banyak narapidana yang hidupnya berakhir di kursi maut ini
Penjara ini merupakan tempat untuk menahan para narapidana-narapidana dengan tingkat kejahatan paling berat, terutama narapidana kasus terorisme. Banyak cerita seram beredar mengenai kejamnya penyiksaan dipenjara ini. Sudah bukan rahasia lagi kalau para narapidana disiksa habis-habisan sembari ditelanjangi untuk mengorek pengakuan dan informasi penting dari mereka.

Setelah penjara Alcatraz, penjara Guantanamo ini merupakan momok. Hanya segelintir jurnalis saja yang boleh mendapat izin untuk memasuki penjara yang telah memakan korban jiwa para narapidana ini.

Seorang tentara mengawasi napi dalam kurungan seperti kandang burung dengan pistolnya, sementara seorang wartawan mengabadikan.

Saat ini, di Amerika Serikat sedang berupaya digelar petisi di Kongres untuk menutup total penjara maut ini.





